Mengandalkan Tuhan

Baca: Mazmur 121 Pemimpin macam apakah yang akan berhasil memimpin umatnya? Pemimpin yang mengandalkan Tuhan! “Aku” di bait pembuka (1-2) mazmur ini mungkin menunjuk kepada raja Israel. Sebagai pemimpin, ia menaruh kepercayaannya bukan pada ilah-ilah di gunung yang tinggi, sebagaimana kepercayaan bangsa-bangsa sekeliling Israel. Raja Israel sejati ialah dia yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi (2). Atas dasar kepercayaan inilah raja sanggup meyakinkan umatnya (3-8). Bait-bait dalam ayat 3-8 dirangkaikan dengan sangat indah. Pemeliharaan Tuhan digambarkan di seputar kehidupan umat dalam keseharian. Waktunya ialah dari matahari terbit untuk menjaga siang, sampai kepada bulan yang menerangi malam. Tempat pemeliharaan itu ialah di dalam rumah, di luar rumah. Kepastian pemeliharaan Tuhan ialah karena Dia Tuhan yang tidak pernah terlelap, apalagi tertidur. Dia menjaga umat-Nya sedemikian detail dan pasti! Tiga bait ini secara berturut-turut memberi tekanan yang berbeda-beda terhadap penyertaan Tuhan atas umat-Nya. Pada bait kedua (3-4) dalam struktur Ibraninya, subjek diletakkan di belakang setiap barisnya. “…tidak akan terlelap, penjagamu” (3b); “…tidak terlelap dan tidak tertidur, penjaga Israel” (4b). Sebaliknya pada bait keempat (7-8), subjek justru ditaruh di depan, sebagaimana lazimnya dalam tata bahasa Ibrani. “Tuhan akan menjaga engkau…” (7a); “Tuhan akan menjaga keluar masukmu… (8a).” Sedangkan bait di tengah-tengahnya (5-6), menjadi kesimpulan dan akibatnya. Kesimpulan di ayat 5, Tuhan adalah penjaga Israel, mengakibatkan alam ini tidak bisa menyakiti umat Tuhan (6). Apakah Anda pemimpin yang baik, yang bukan semata-mata mengandalkan kemampuan diri dan pengalaman, tetapi sepenuhnya mengandalkan Tuhan, pemimpin hidup Anda?

Komentar

Postingan Populer